regional

Moncer! Jawa Tengah Pimpin Kredit Perumahan Nasional, Serapan Capai Rp 2,3 Triliun

Jumat, 3 April 2026 | 20:28 WIB
Ilustrasi hunian. Kebutuhan hunian masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih tergolong tinggi dan berdampak pada meningkatnya penyaluran kredit pembiayaan perumahan. (Dokumentasi)

KONTENJATENG.COM - Kebutuhan hunian masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih tergolong tinggi dan berdampak pada meningkatnya penyaluran kredit pembiayaan perumahan.

Data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat, realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sektor perumahan atau kredit program perumahan (KPP) di wilayah tersebut menempati posisi teratas secara nasional.

Dalam periode 1 Januari hingga 1 April 2026, nilai penyaluran KPP di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp 2,3 triliun.

Kabupaten Brebes menjadi daerah dengan penyaluran terbesar sebesar Rp 131,5 miliar, disusul Banyumas Rp 117,4 miliar, dan Sragen Rp 115,6 miliar.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Menteri PKP, Maruarar Sirait. Ia memuji kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi.

“Kita harus belajar dari Jawa Tengah dan gubernurnya. Kredit perumahan ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan ekonomi. Saya senang sekali Jawa Tengah berada di peringkat pertama,” ujar Maruarar, dikutip dari jatengprov.go.id, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga: Kolaborasi Promedia Group dan Alduro, Ganti Atap Rumah Wartawan Gratis untuk Tingkatkan Hunian yang Sehat

Tak hanya unggul dalam kredit perumahan, Jawa Tengah juga mencatat performa positif dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Provinsi ini menempati posisi kedua nasional dengan capaian pembiayaan rumah bersubsidi sebanyak 24.470 unit sepanjang 2025.

Pemerintah pusat bahkan mendorong peningkatan target FLPP di Jawa Tengah menjadi 40 ribu unit pada 2026.

Hal ini didukung dengan ketersediaan lahan yang dinilai paling siap secara nasional, hasil koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas percepatan berbagai program perumahan dan kawasan permukiman, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, hingga pemberdayaan UMKM genteng.

“Sentra genteng di Jawa Tengah seperti Kebumen dan Jepara akan kita optimalkan. Kita dorong penggunaan produk lokal agar UMKM semakin berkembang,” tambah Maruarar.

Baca Juga: Sukseskan Program Tiga Juta Rumah, Bank Jateng Gandeng Puluhan Pengembang Beri Kemudahan ke MBR Miliki Hunian

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan, upaya penanganan backlog perumahan di Jawa Tengah menunjukkan tren positif.

Halaman:

Tags

Terkini