Pada 2025, backlog tercatat sebanyak 274.514 unit, dengan sisa backlog sekitar 1.058.454 unit atau menurun sekitar 20 persen.
Penanganan tersebut dilakukan melalui berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD provinsi dan kabupaten/kota, Baznas, CSR perusahaan, hingga partisipasi masyarakat.
“Kami juga mengusulkan program BSPS untuk 2026. Penataan kawasan permukiman kumuh direncanakan di Batang, Banyumas, Jepara, dan kemungkinan di Kota Semarang. Selain itu, pembangunan rumah susun juga menjadi prioritas,” jelas Luthfi. (*)