Pemprov Jateng Gencarkan Promosi Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026, Mobil Branding Keliling Kota

photo author
Mokhamad Zaenal Arifin, Konten Jateng
- Senin, 13 April 2026 | 18:27 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot promosi Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 dengan strategi kreatif. (Dok Diskominfo Jateng)
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot promosi Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 dengan strategi kreatif. (Dok Diskominfo Jateng)

KONTENJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot promosi Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 dengan strategi kreatif.

Salah satunya melalui peluncuran mobil branding yang akan berkeliling lintas kota selama satu bulan penuh untuk mengajak masyarakat menghadiri event budaya bergengsi tersebut.

Peluncuran mobil branding digelar di halaman Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Kota Semarang, Senin (13/4/2026).

Kendaraan-kendaraan tersebut dilengkapi stiker publikasi di bagian belakang, yang memuat informasi jadwal dan daya tarik pameran yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jateng, Hanung Triyono, mengatakan strategi car branding dipilih untuk memperluas jangkauan promosi secara masif. Tidak hanya mobil dinas, kendaraan ojek daring juga dilibatkan dalam kampanye ini.

“Mobil ini kan kelilingnya jauh, termasuk ojek online yang bisa menjangkau berbagai wilayah. Harapannya masyarakat mengetahui ada Pameran Abhirama Ranggawarsita pada 6–10 Mei,” ujarnya, dikutip dari jatengprov.go.id.

Baca Juga: Pemprov Jateng Kebut Penanganan Banjir Demak, Fokus Pemulihan dan Solusi Jangka Panjang

Menurut Hanung, pameran ini bukan sekadar ajang biasa, melainkan event tahunan yang menggabungkan tiga sektor utama, yakni budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.

Dari sisi budaya, pengunjung akan diajak menelusuri sejarah Jawa Tengah melalui diorama dan koleksi museum. Sementara sektor pariwisata menghadirkan promosi destinasi unggulan yang dibawakan langsung oleh pelaku wisata.

Tak hanya itu, sektor ekonomi kreatif juga mendapat porsi besar. Pelaku UMKM hingga komunitas difabel dilibatkan untuk menampilkan karya dan kreativitas mereka.

“Ini panggung untuk UMKM dan teman-teman difabel. Mereka bisa menunjukkan karya sekaligus menggerakkan ekonomi,” jelas Hanung.

Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pertunjukan seni, diskusi publik (FGD), hingga pameran interaktif. Bahkan, masyarakat yang memiliki benda pusaka seperti keris juga dapat berkonsultasi langsung dengan ahli terkait keaslian dan perawatannya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Jateng Siap Jadi Motor Industri Hijau

Menariknya, seluruh rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan dari pagi hingga malam hari.

“Gratis. Kita ingin masyarakat benar-benar menikmati budaya tanpa batas,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mokhamad Zaenal Arifin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X