KONTENJATENG.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan melakukan sinergi kegiatan bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan melalui sebuah talkshow, yang digelar dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025.
Talkshow tersebut bertajuk 'Tantangan Jurnalisme di Era Digital dalam Rangka Mendukung Pembangunan Pemkot Pekalongan' yang berlangsung di Studio 1 Batik TV.
Acara talkshow menghadirkan sejumlah narasumber seperti Ketua Komisi A DPRD Kota Pekalongan Masykur Taib, Kabid Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Pekalongan Tubagus M Sadaruddin, dan Ketua PWI Kota Pekalongan Kuswandi.
Jalannya talkshow dipandu host Farah Farhat, yang berlangsung santai dan gayeng dengan dihadiri para pengurus dan anggota PWI Kota Pekalongan.
Ketua Komisi A DPRD Kota Pekalongan, Masykur Taib mengungkapkan, DPRD sebagai mitra strategis kerja Pemkot Pekalongan, termasuk jurnalis, akan terus mendorong peran serta jurnalisme digital yang belakangan terus berkembang.
Bahkan, para jurnalis kerap dilibatkan dalam setiap agenda DPRD. Baik saat rapat paripurna maupun rapat-rapat lainnya, sebagai bentuk untuk partisipasi penyaluran informasi kepada masyarakat luas.
"Di era digital, tumbuh subur beraneka macam platform media berbasis digital, bergelimpangan informasi yang dapat dengan mudah diakses masyarakat. Tentu, jurnalis memiliki peran yang penting, dalam mengedukasi masyarakat. Terutama, bagaimana informasi yang disampaikan, apakah faktual dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,'' ujar Masykur Taib, Senin 20 Januari 2025.
''Maka, munculnya berita hoax, harus menjadi perhatian semua pihak. Ini karena keberadaan berita hoax, dapat merusak sendi-sendi objektivitas sebuah informasi,'' kata Masykur Taib.
Sementara, Kabid IKP Diskominfo Kota Pekalongan, Tubagus M Sadaruddin mengatakan, Diskominfo sebagai mitra insan pers, mendorong para jurnalis agar dapat terus meningkatkan profesionalismenya.
Diharapkan, setiap karya yang dibuat nantinya dapat dipertanggungjawabkan, baik secara etika maupun pemberitaannya di hadapan masyarakat luas. Ditambahkannya, para jurnalis selama ini memiliki peran strategis dalam pembangunan di Kota Pekalongan.
''Kami terus mendorong, para jurnalis di Kota Pekalongan untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari berbagai tingkatan. Itu tidak lain, agar teman-teman dapat meningkatkan kompetensinya sebagai seorang jurnalis,'' terang pria yang akrab disapa Kaji Amak tersebut.