KONTENJATENG.COM, REMBANG - Pemerintah Kabupaten Rembang terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan demi menjaga konektivitas antarwilayah.
Sepanjang Januari hingga April 2026, sebanyak 11 ruas jalan telah ditangani, baik yang telah selesai maupun yang masih dalam proses pengerjaan.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Rembang, Nugroho, mengatakan penanganan difokuskan pada titik-titik strategis dengan tingkat lalu lintas tinggi. Perbaikan dilakukan melalui anggaran pemeliharaan rutin, terutama pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Sejak Januari 2026 kami sudah mulai pengerjaan, sebagian merupakan lanjutan dari proyek sebelumnya. Total sampai saat ini ada 11 ruas jalan yang ditangani,” ujarnya, dikutip dari jatengprov.go.id, Jumat (17/4/2026).
Sejumlah ruas yang merupakan proyek lanjutan di antaranya Wonokerto–Merayun, Sridadi–Padaran, Ngotet–Kabongan Kidul, serta Gedangan–Kumendung.
Baca Juga: Pemkab Rembang Intensifkan Layanan Jemput Bola Perekaman E-KTP bagi Warga Rentan
Sementara pekerjaan baru meliputi ruas Mondoteko–Seren, Sridadi–Jambangan hingga Pantura Pasar Banggi, serta perbaikan tambal sulam di kawasan perkotaan menjelang hari raya.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di ruas Kragan–Sedan yang mengalami retak, Japerejo–Pamotan, serta Sidorejo–Sedan yang kini mulai dikerjakan dari kawasan masjid menuju Pasar Sedan. Adapun satu ruas yang telah rampung adalah Tawangsari–Sidowayah.
“Total ada 11 titik yang ditangani melalui pemeliharaan rutin. Untuk ruas Sendangasri akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat dan menjadi fokus berikutnya,” jelas Nugroho.
Dalam pelaksanaannya, metode perbaikan disesuaikan dengan kondisi jalan dan volume kendaraan.
Beberapa ruas menggunakan konstruksi berlapis mulai dari LPA, lapen hingga hotmix. Khusus ruas Japerejo–Pamotan akan ditingkatkan kualitasnya karena dilalui kendaraan berat.
Baca Juga: Perizinan Dipercepat, Investasi di Rembang Melesat Tembus Rp 15,47 triliun dan Serap Ribuan Pekerja
Pemkab Rembang juga menyiapkan penanganan tambahan di wilayah timur dan barat, termasuk akses menuju Karas, Gandri–Kumbo, serta pembentukan tim khusus untuk wilayah barat yang akan mulai dari Desa Ngebrak. Perbaikan jembatan di wilayah Nganguk yang kerap ambles juga menjadi perhatian.
Selain pemeliharaan rutin, peningkatan jalan melalui Program IJD juga tengah berjalan, di antaranya ruas Tireman–Japerejo dan Landoh–Seren. Sementara itu, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026, dua proyek jalan akan dimulai sekitar Mei mendatang.
“DAK tahun ini ada dua pekerjaan, yakni ruas Banyuurip–Pamotan hingga Gunem dan Kepohagung menuju Kerep, dengan total anggaran sekitar Rp15 miliar,” pungkasnya. (*)