• Sabtu, 4 Desember 2021

BKKBN Apresiasi Penurunan Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Stunting di Kota Semarang

- Jumat, 5 Maret 2021 | 19:29 WIB
IMG-20210305-WA0013
IMG-20210305-WA0013

SEMARANG, Kontenjateng.com - Pasca ditunjuk Presiden RI sebagai ketua percepatan penurunan stunting nasional, Kepala Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo berkunjung ke Jawa Tengah untuk menemui Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Alasannya, Kota Semarang dianggap sebagai salah satu wilayah yang dapat dijadikan contoh, dalam upaya penurunan angka kematian ibu, bayi, dan stunting. Hal tersebut disampaikan Hasto saat berada di Balaikota Semarang, Jumat (5/3).

“Kami ke daerah - daerah ini untuk meminta dukungan dan masukkan kepala - kepala daerah, agar semua yang beresiko stunting dapat kita sentuh. Di Kota Semarang sendiri ini sudah sangat bagus, kebijakan Pak Wali sangat baik, semua kelurahan ada bidannya, juga ibu hamil di sini juga ada sistem pengawalannya. Jadi kami optimis Semarang ini bisa menjadi percontohan," terang Hasto.

"Di Semarang ini yang stunting sudah tidak banyak. Dari jumlah penduduk sekitar 1,7 juta, jumlah balita stunting itu kecil sekali dibandingkan tempat-tempat lain. Jadi maksud saya Insya Allah Kota Semarang bersama Pak Wali bisa menjadi percontohan untuk penurunan angka kematian ibu, bayi dan stunting, tiga itu," tekannya.

Hasto juga menyampaikan bahwa BKKBN akan menjadikan Kota Semarang sebagai pilot project pendataan keluarga, sebagai basis data agar tercipta zero stunting.

Halaman:

Editor: Arif Nugroho

Tags

Terkini

X