Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Jateng Siap Jadi Motor Industri Hijau

photo author
Mokhamad Zaenal Arifin, Konten Jateng
- Jumat, 10 April 2026 | 10:59 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026). (Humas Pemprov Jateng)
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026). (Humas Pemprov Jateng)

KONTENJATENG.COM - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan industri kendaraan listrik nasional sekaligus percepatan transisi menuju energi bersih.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Presiden menilai kehadiran fasilitas ini sebagai langkah strategis dalam mendorong industrialisasi nasional, khususnya di sektor energi dan transportasi.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memesan puluhan bus listrik sebagai bentuk dukungan terhadap produk dalam negeri.

“Saya terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah. Kita harapkan pemerintah daerah lain juga membeli produk bangsa sendiri,” ujar Prabowo, dikutip dari jatengprov.go.id, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Gaya Hidup Hemat Energi Ala Gubernur Jawa Tengah, ke Kantor Pakai Sepeda

Sementara itu, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa fasilitas di Magelang memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun, dengan potensi ekspansi mencapai 10.000 unit.

Menurutnya, pasar kendaraan komersial di Indonesia sangat besar, dengan populasi sekitar 280 ribu unit bus dan 6,5 juta unit truk. Elektrifikasi sektor tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi signifikan.

“Jika seluruh bus dan truk terelektrifikasi, Indonesia bisa menghemat sekitar 5 miliar dolar AS per tahun dari subsidi BBM,” jelas Anindya.

Lebih dari sekadar bisnis, pengembangan kendaraan listrik ini juga menjadi bagian dari upaya membangun industri otomotif nasional berbasis energi bersih.

VKTR sendiri terus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen pada 2025 dan ditargetkan mendekati 60 persen pada 2026.

Baca Juga: Kasus Suspek Campak di Jateng Tembus 2.188, Pemprov Genjot Imunisasi dan Deteksi Dini

Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi penggerak utama (anchor industry) bagi ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Selain membuka peluang bagi industri komponen lokal, fasilitas ini juga berpotensi menarik investasi baru di sektor manufaktur.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan 283 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 179 lokasi di Jawa Tengah dan DIY, hingga insentif pajak kendaraan dan pengembangan SDM melalui pendidikan vokasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mokhamad Zaenal Arifin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X