“Jika hal tersebut diaplikasikan, maka sudah pasti ada peningkatan level skill secara berkala yang nantinya diharapkan anak tersebut semakin matang bertandingnya. Maka harapan kami SSB banyak membuka kelas putri dan setiap sekolah mendukung para siswi untuk mengembangkan kemampuan sepak bola,” ujar Timo.
Pada Skill Challenge, para siswi dari KU 10 dan KU 12 ditantang untuk mengasah kemampuan mereka dalam menguasai bola melalui lima kategori ketangkasan, meliputi passing & control, dribbling, shoot on target, penalty shoot dan 1 on 1.
Lima challenge tersebut dirancang untuk melatih kemampuan teknik dasar maupun penguasaan bola atau ball mastery.
Pada uji ketangkasan 1 on 1, satu tim terdiri dari tiga orang yang akan bertanding satu lawan satu dalam waktu satu menit. Para siswi bertanding secara bergantian untuk mencetak gol di gawang lawan.
Hasil gol yang dicetak secara individu akan diakumulasikan secara tim untuk menentukan pemenangnya dengan total waktu tiga menit.
Sementara passing & control, dimainkan oleh tiga siswi yang mengitari model lintasan segitiga sembari mengontrol dan mengoper bola ke rekan setimnya.
Penilaian dilakukan dengan mencatat waktu kumulatif selama lima putaran. Di kategori ini, para siswi ditantang untuk memahami keadaan, melatih feeling, serta melatih penguasaan bola.
Baca Juga: Keren, Lima Penghargaan Bergengsi Disabet Kota Semarang
Sedangkan dribbling, masing-masing tim terdiri dari tiga orang. Setiap peserta harus memutari kerucut berpola segitiga secara zig-zag dalam waktu yang cepat.
Dribbling merupakan teknik dasar yang paling penting dan menjadi kunci dalam bermain sepak bola, agar memiliki reaksi yang cepat dan penguasaan bola.
Selanjutnya, shoot on target meningkatkan akurasi para siswi dalam mengarahkan tendangan. Satu tim terdiri dari tiga siswi yang masing-masing memiliki tiga kesempatan untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan cara menendang bola menuju lubang target yang memiliki poin berbeda. Semakin tinggi poin, semakin sulit pula kesempatan untuk mengarahkan bola ke target tersebut.
Sama halnya dengan penalty shoot untuk membiasakan peserta mengarahkan bola ke gawang yang dapat menciptakan poin dalam pertandingan sesungguhnya.
Baca Juga: Pilwakot Semarang 2024, Elektabilitas Yoyok Sukawi Tertinggi, Demokrat: Tetap Harus Kerja Keras
Di samping itu juga bertujuan untuk melatih ketenangan dan mental baik bagi penendang maupun kiper. Pemenangnya ditentukan dengan poin terbanyak diantara dua tim yang berlomba.
Artikel Terkait
Pilwakot Semarang 2024, Elektabilitas Yoyok Sukawi Tertinggi, Demokrat: Tetap Harus Kerja Keras
Herlina Ratna Maju di Pilkada Pemalang 2024, Siap Perjuangkan Masyarakat Lebih Sejahtera
Pemkot Semarang Dorong FKUB Jadikan Semarang Peringkat Tertinggi Kota Toleran di Harmony Award
Simpan Pinter, Inovasi Baru Disperkim Kota Semarang Awasi Listrik PJU
Belum Tentukan Wakil, Demokrat Pastikan Yoyok Sukawi Ingin Pasangan Tipe Pekerja Keras
Keren, Lima Penghargaan Bergengsi Disabet Kota Semarang
Fadia Arafiq Tegaskan Tak Miliki Masalah Apa Pun dengan Penyanyi Dangdut Nana yang Diisukan Punya Hubungan Asmara dengan Suaminya, Sebut Itu Hoax
Harapan Pelaku Industri Kreatif, Inginkan Sosok Wali Kota Asli Semarang Bukan Pendatang, Ini Alasannya
FKSPN Nyatakan Dukungan kepada Bakal Pasangan Calon Fadia Arafiq dan Sukirman pada Pilbup Pekalongan 2024
Muhammad Lukman Edy Dilaporkan DPC PKB Kabupaten Pekalongan ke Mapolres Pekalongan, Terkait Adanya Dugaan Pernyataan Informasi Bohong