KONTENJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang mengalami keretakan di wilayah perbatasan Kabupaten Demak dan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, mengingat lokasi retakan berada dekat titik tanggul yang sempat jebol pada Februari 2026 lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana terkait penanganan kerusakan tersebut. Menurutnya, ada dua metode yang disiapkan untuk memperkuat tanggul agar kembali stabil.
Pertama, penguatan dilakukan dengan pemasangan bronjong berisi batu di titik-titik rawan. Kedua, penanganan cepat dilakukan melalui penempatan sandbag atau karung berisi pasir pada bagian tanggul yang mengalami retakan.
“Dengan langkah ini diharapkan tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik,” ujar Henggar, dikutip dari jatengprov.go.id, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Taj Yasin Pastikan Tanggul Sungai Tuntang Rampung 2–3 Hari, Jalur Semarang–Grobogan Segera Pulih
Ia menjelaskan, penggunaan sandbag menjadi solusi cepat karena dapat langsung dipasang di lokasi retakan tanpa proses yang rumit.
Sementara itu, pemasangan bronjong membutuhkan waktu lebih lama karena harus dilakukan secara presisi agar konstruksi tanggul kuat dan tidak kembali mengalami longsor atau retak.
Henggar menambahkan, munculnya retakan diduga berkaitan dengan proses perbaikan sebelumnya yang dilakukan secara darurat. Saat itu, tanggul diperbaiki dalam waktu singkat menyusul kejadian banjir dan jebolnya tanggul, dengan target penyelesaian hanya tiga hari menjelang Lebaran.
“Penanganan waktu itu memang dikebut karena situasi darurat, agar dampak banjir bisa segera diatasi, termasuk perbaikan akses jalan,” jelasnya.
Meski kondisi hujan saat ini tidak seintens awal tahun, Pemprov Jawa Tengah tetap mengingatkan pentingnya langkah antisipasi. Peningkatan debit air sungai berpotensi memperparah kerusakan jika perbaikan tidak segera dilakukan.
“Koordinasi sudah dilakukan, dan kami harap penanganan bisa segera dilaksanakan,” tegas Henggar.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya juga mengingatkan pentingnya perawatan tanggul secara berkelanjutan.
Ia meminta pemerintah daerah serta masyarakat turut menjaga kondisi lingkungan sekitar sungai, termasuk dengan penanaman pohon dan tidak membuang sampah sembarangan.