KONTENJATENG.COM, KARANGANYAR - Seorang anak berinisial FKN (8) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran sungai Bendungan atau DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Hingga Selasa (31/3/2026) pukul 13.30 WIB, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Peristiwa ini bermula pada Minggu (29/3/2026) dini hari dan langsung menyita perhatian publik, termasuk di media sosial. Sejumlah warganet turut mengikuti perkembangan pencarian yang melibatkan berbagai unsur di lapangan.
Berdasarkan informasi yang beredar, pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR bersama warga setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, aparat kepolisian, serta perangkat desa dan kecamatan. Mereka bahu-membahu menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.
Baca Juga: 10 Hari Hilang di Bukit Mongkrang Lawu, Pendaki Asal Karanganyar Belum Ditemukan
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIB, saat nenek korban, Mbah Suratmi, terbangun dari tidurnya dan mendapati sang cucu sudah tidak berada di dalam rumah. Menyadari hal tersebut, keluarga segera melakukan pencarian di sekitar rumah, namun korban tidak ditemukan.
Kondisi rumah saat itu juga menimbulkan kecurigaan, lantaran pintu diketahui dalam keadaan terbuka dan gemboknya hilang.
Petunjuk Ditemukan di Sekitar Rumah
Sekitar 30 menit kemudian, keluarga menemukan celana korban di sebuah perempatan di selatan rumah, lokasi yang biasa digunakan korban untuk bermain. Temuan ini menjadi petunjuk awal bagi keluarga dan warga untuk memperluas pencarian.
Kepala BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan bahwa sejumlah warga juga sempat melihat korban bermain air dan tanah di sekitar area tersebut sebelum dilaporkan hilang.
“Celana korban ditemukan di selatan rumah, tempat biasa ia bermain. Ada juga warga yang melihat korban bermain air dan tanah di sana,” ujarnya.
Debit Air Diturunkan, Pencarian Dimaksimalkan
Menduga korban terbawa arus, pencarian kemudian difokuskan di aliran sungai sekitar DAM Colo. Untuk mendukung proses evakuasi, BPBD Karanganyar telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna menurunkan debit air.
Langkah ini diharapkan dapat mempermudah tim dalam melakukan penyisiran sungai secara lebih maksimal.