Pemprov Jateng Kebut Penanganan Banjir Demak, Fokus Pemulihan dan Solusi Jangka Panjang

photo author
Mokhamad Zaenal Arifin, Konten Jateng
- Selasa, 7 April 2026 | 15:35 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau lokasi terparah terdampak tanggul jebol di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Selasa (7/4/2026). (Dok Diskominfo Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau lokasi terparah terdampak tanggul jebol di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Selasa (7/4/2026). (Dok Diskominfo Jateng)

Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pada Jumat (3/4/2026).

Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, menyebabkan air merendam permukiman di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.

Sebanyak 5.148 jiwa terdampak, dengan 2.867 jiwa sempat mengungsi. Hingga kini, jumlah pengungsi tersisa 12 jiwa di Madin Sindon.

Meski sebagian wilayah sudah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko. Perbaikan darurat pun terus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan debit air.

Taj Yasin menegaskan, pemerintah tidak ingin kejadian serupa terus berulang. Karena itu, selain percepatan rehabilitasi rumah warga, pembenahan sistem pengendalian banjir akan menjadi fokus utama ke depan.

“Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mokhamad Zaenal Arifin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X