Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pada Jumat (3/4/2026).
Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, menyebabkan air merendam permukiman di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.
Sebanyak 5.148 jiwa terdampak, dengan 2.867 jiwa sempat mengungsi. Hingga kini, jumlah pengungsi tersisa 12 jiwa di Madin Sindon.
Meski sebagian wilayah sudah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko. Perbaikan darurat pun terus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan debit air.
Taj Yasin menegaskan, pemerintah tidak ingin kejadian serupa terus berulang. Karena itu, selain percepatan rehabilitasi rumah warga, pembenahan sistem pengendalian banjir akan menjadi fokus utama ke depan.
“Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
Sentuhan Kepedulian Pegadaian Kanwil Semarang pada HUT ke-125, Harapan Baru untuk Anak dan Lansia di Panti Asuhan
Kereta Api Bangunkarta Anjlok di Stasiun Bumiayu Brebes, Sejumlah Perjalanan Dialihkan
Harga Pangan Terkendali, Inflasi Kota Semarang pada Maret 2026 Hanya 0,37 Persen