Pemprov juga mengembangkan konsep kemitraan “petarung sejati”, yakni kolaborasi antara pelaku usaha dan petani untuk menjaga ketersediaan dan distribusi komoditas strategis. Salah satu implementasinya adalah komitmen penyediaan 450 ton cabai rawit merah untuk mengantisipasi masa paceklik (off season) 2026.
Di tengah tantangan alih fungsi lahan yang menyebabkan penurunan luas baku sawah hingga 17.114 hektare pada 2025, serta potensi kehilangan produksi mencapai 191.297 ton, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Sinergi dilakukan bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, hingga aparat keamanan, guna memastikan target produksi tercapai optimal.
Baca Juga: Kinerja 2025 Positif, Pemprov Jateng Tekankan Kesejahteraan sebagai Tujuan Utama Pembangunan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus mendorong percepatan swasembada pangan. Program ini juga sejalan dengan prioritas nasional yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Jawa Tengah mampu mencapai swasembada pangan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan kesejahteraan petani,” pungkas Frans. (*)
Artikel Terkait
Sentuhan Kepedulian Pegadaian Kanwil Semarang pada HUT ke-125, Harapan Baru untuk Anak dan Lansia di Panti Asuhan
Kereta Api Bangunkarta Anjlok di Stasiun Bumiayu Brebes, Sejumlah Perjalanan Dialihkan
Harga Pangan Terkendali, Inflasi Kota Semarang pada Maret 2026 Hanya 0,37 Persen