KONTENJATENG.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mulai mengarahkan sektor pariwisata lokal sebagai pilihan utama kegiatan edukasi siswa.
Kebijakan ini dinilai menjadi peluang besar untuk mengangkat potensi destinasi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kegiatan wisata siswa kini difokuskan ke destinasi dalam daerah.
Langkah ini diambil tidak hanya untuk meringankan beban orang tua, tetapi juga sebagai strategi menghidupkan sektor wisata lokal dan pelaku UMKM.
“Kami arahkan agar wisata siswa cukup di dalam daerah saja. Ini supaya ekonomi lokal bergerak, UMKM kita bisa ikut merasakan dampaknya,” ujarnya, dikutip dari jatengprov.go.id, Jumat (17/4/2026).
Kebijakan ini membuka peluang besar bagi berbagai destinasi wisata di Pati untuk berkembang sebagai tujuan wisata edukatif. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga sentra ekonomi kreatif, semuanya berpotensi menjadi ruang belajar alternatif bagi para siswa.
Baca Juga: Viral! Rumah Pasutri di Pati Dirobohkan Pakai Ekskavator di Tengah Proses Cerai
Dengan meningkatnya kunjungan dari kalangan pelajar, sektor UMKM di sekitar destinasi wisata juga diprediksi akan ikut terdongkrak. Kehadiran wisatawan lokal secara rutin dapat memperkuat perputaran ekonomi, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa pendukung pariwisata.
Selain mendorong wisata lokal, pemerintah daerah juga menegaskan larangan segala bentuk pungutan di sekolah negeri. Kebijakan ini bertujuan melindungi orang tua dari beban biaya tambahan, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap inklusif.
“Kami sudah keluarkan edaran, tidak boleh ada pungutan di sekolah negeri, apapun alasannya,” tegas Risma.
Di sisi lain, Pemkab Pati juga terus melakukan pembenahan di sektor pendukung, seperti infrastruktur dan layanan publik. Perbaikan ini diharapkan dapat menunjang kenyamanan akses menuju destinasi wisata lokal.
Tak hanya itu, peningkatan layanan kesehatan juga menjadi perhatian, termasuk optimalisasi pelayanan Puskesmas hingga sore hari agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan.
Baca Juga: Bukan Margoyoso, Dua Kecamatan Ini Jadi Lokasi SMA Negeri Baru di Pati
Kebijakan penguatan wisata lokal ini menjadi langkah strategis yang menggabungkan sektor pendidikan dan pariwisata.
Dengan memanfaatkan potensi daerah sendiri, Kabupaten Pati tidak hanya menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi berbasis komunitas.
Artikel Terkait
Pemkab Rembang Kebut Perbaikan Jalan, 11 Ruas Ditangani hingga April 2026
FGD Bawaslu Jateng Soroti Ancaman Demokrasi dan Pentingnya Pengawasan Partisipatif
Mega Farm 30 Ribu Sapi di Brebes Siap Dibangun, Dongkrak Produksi Susu Nasional