Hanya tiga menit di atas lapangan, dirinya mampu membuktikan diri selaku penyerang yang efektif dengan mampu mencetak gol di menit 95.
Proses terjadinya gol sebelumnya diawali dengan kemelut di bibir gawang PSIW Wonosobo, dan bola yang dioperkan kepada Saifful Islam Budiawan berhasil disontek di depan gawang, sehingga mampu merobek kembali gawang PSIW Wonosobo untuk kali ketiga.
Sebentar kemudian, peluit panjang babak kedua pun ditiup dan skor berakhir 3:0 untuk kemenangan tim tuan rumah Persip Pekalongan.
Pelatih Persip Pekalongan, Mochammad Hasan menyampaikan jika hasil kemenangan ini mengantarkan Persip Pekalongan naik peringkat ke posisi runner up di klasemen sementara Grup C Liga Jateng 4. Sejak awal pertandingan, ungkap dia, anak-anak asuhnya sudah diminta untuk segera mengantisipasi para pemain PSIW Wonosobo, dengan selalu melakukan pressing di atas.
Mochammad Hasan mengintruksikan para pemainnya agar bermain dari kaki ke kaki. Sepuluh menit awal, papar dia, strategi itu berjalan dengan baik. Tetapi selanjutnya, para pemain Laskar Kalong justru kerap membuat kesalahan sendiri atau blunder.
''Baru, pada babak kedua, strategi kita ubah dari kaki ke kaki dengan posisi sepertiga garis pertahanan. Taktik ini sukses karena mampu menciptakan peluang dan tercipta dua gol tambahan. Contohnya, proses gol ketiga terjadi berkat kombinasi sesuai dengan strategi yang dijalankan pada saat latihan,'' jelas dia, usai laga, Minggu 19 Januari 2025.
Atas kemenangan ini, posisi Laskar Kalong naik ke runner up dengan raihan sembilan poin. Untuk bisa lolos, dua pertandingan ke depan harus ambil maksimal.
Sehingga sebelum berakhirnya pertandingan di Grup C, Persip Pekalongan sudah bisa dipastikan dalam zona lolos.
"Untuk itu, kita butuh kerja keras, dan saat nanti melawan Persikama Magelang dan Persitema Temanggung, harus mampu meraih tiga poin,'' tegas dia.