KONTENJATENG.COM, BREBES – Kabupaten Brebes bersiap menjadi pusat peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Sebuah proyek peternakan terpadu (mega farm) berkapasitas hingga 30 ribu ekor sapi akan segera dibangun, dengan potensi besar mendongkrak produksi susu nasional sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Proyek yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini dirancang sebagai ekosistem peternakan modern berbasis teknologi dan keberlanjutan. Mega farm tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 710 hektare dengan konsep terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyebut proyek ini berpotensi menjadi yang terbesar di Tanah Air.
“Kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia,” ujarnya usai audiensi bersama Gubernur Jawa Tengah di Semarang, sebagaimana dikutip dari jatengprov.go.id, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Tanah Gerak Terjang Brebes, 532 Jiwa Mengungsi, Gubernur Jateng Percepat Pembangunan Huntara
Ia menjelaskan, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton, sehingga sekitar 80 persen masih bergantung pada impor.
“Dengan tambahan produksi dari Brebes, ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor,” jelasnya.
Tak hanya berdampak secara nasional, proyek ini juga berpotensi mengangkat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu produsen susu utama. Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga, di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Kalau ini berjalan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambah Agung.
Pemerintah pusat pun menyiapkan dukungan penuh, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, hingga penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).
Baca Juga: Wardoyo dan Nakes Door to Door, Cara Pemkab Brebes Jangkau Warga Rentan
Perwakilan GDB, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar peternakan, melainkan ekosistem terintegrasi berbasis konsep close loop system.
“Seluruh proses saling terhubung. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai energi, residunya menjadi pupuk, dan air dikelola dengan sistem daur ulang,” paparnya.
Mega farm ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 180 ribu ton susu per tahun. Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, serta kawasan perkebunan jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini akan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.