“Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan.
Persiapan lahan melalui proses cut and fill dijadwalkan dimulai pada Juni 2026. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027, dengan produksi susu perdana (first milking) pada Desember tahun yang sama.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional. Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,” ujarnya.
Senada, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Ia menilai, investasi di sektor peternakan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan.
“RPJMD Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka investasi seperti ini sangat strategis, dan akan kami dukung penuh,” tegasnya.
Dengan skala besar dan konsep berkelanjutan, mega farm di Brebes diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. (*)
Artikel Terkait
Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Jadi Sorotan, Berapa Kisaran Penghasilannya?
Pemkab Rembang Kebut Perbaikan Jalan, 11 Ruas Ditangani hingga April 2026
FGD Bawaslu Jateng Soroti Ancaman Demokrasi dan Pentingnya Pengawasan Partisipatif