KONTENJATENG.COM - Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang kembali menunjukkan kualitas pendidikannya dalam mencetak tenaga medis unggul.
Salah satu alumninya, Samuel Octovianus Dimara, kini menjadi sosok inspiratif melalui dedikasinya memberikan layanan kesehatan mata di wilayah terpencil seperti Papua.
Dokter spesialis mata tersebut merupakan lulusan Program Studi Spesialis Mata FK UNDIP yang dikenal memiliki kompetensi tinggi dan kepedulian sosial. Dalam praktiknya, dr. Samuel aktif memberikan pelayanan oftalmologi bagi masyarakat dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan.
Ia mengakui, pendidikan di FK UNDIP menjadi fondasi utama dalam membentuk karier dan ketangguhannya menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Pendidikan di FK UNDIP membentuk saya menjadi pribadi yang adaptif dan berintegritas. Dukungan dosen yang kompeten serta kurikulum yang relevan membuat saya percaya diri mengabdi di daerah dengan keterbatasan fasilitas,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Atasi Banjir Rob Pekalongan, UNDIP Kembangkan Sistem Pompa Tenaga Surya Ramah Lingkungan
Selama menempuh pendidikan di Semarang, dr. Samuel tidak hanya dibekali kemampuan teknis bedah mata, tetapi juga ditempa melalui sistem pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik intensif, serta penguatan karakter.
Hal tersebut menjadi bekal penting saat ia menghadapi kasus medis kompleks di wilayah terpencil. Dalam setiap tindakan, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara keahlian medis dan nilai kemanusiaan.
“Di ruang operasi, presisi adalah mutlak. Namun empati terhadap pasien tetap menjadi landasan utama dalam pelayanan,” tambahnya.
Keberhasilan dr. Samuel dalam menangani berbagai kasus operasi mata menjadi bukti nyata kualitas pendidikan FK UNDIP. Institusi ini secara konsisten menghadirkan ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa aktif dalam riset dan pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Undip Semarang Lebih Dulu Jalankan Makan Bergizi Gratis Lewat Food Truck untuk Mahasiswa
Pendekatan pendidikan holistik yang diterapkan bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap ketimpangan layanan kesehatan di Indonesia.
Kisah dr. Samuel menjadi representasi nyata kontribusi alumni FK UNDIP dalam pembangunan kesehatan nasional. Melalui dedikasi para lulusannya, FK UNDIP terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang berdaya saing dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (*)
Artikel Terkait
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Kabupaten Semarang, Dorong Peningkatan Mutu Pembelajaran
Heboh ‘Label Harga’ Jabatan di Tulungagung Usai Bupati Terjaring OTT, KPK Ungkap Modus dan Aliran Dana
Imigrasi Resmikan Desa Binaan di Demak, Warga Dilibatkan Cegah Perdagangan Orang