KONTENJATENG.COM, SEMARANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meresmikan secara simbolis bantuan revitalisasi 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang.
Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh menteri dan penyerahan kepada perwakilan sekolah di kompleks SMP Plus Al Ittihad, Senin (13/4/2026) siang.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya di tingkat dasar dan menengah.
“Kita harus tetap optimis mengatasi persoalan learning loss untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya, dikutip dari jatengprov.go.id, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Diresmikan Mendikdasmen, SMA Sainstek Salatiga Usung Pendidikan Sains Berbasis Islam
Ia mengungkapkan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Selain itu, bantuan perangkat pembelajaran berbasis teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP) juga disalurkan guna mendukung proses belajar yang lebih interaktif dan efektif.
Sementara pada 2026, pemerintah kembali menyiapkan anggaran Rp11,4 triliun untuk program serupa. Bahkan, ke depan perangkat IFP direncanakan tersedia di seluruh ruang kelas.
Menanggapi pertanyaan terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan siswa. Menurutnya, TKA berfungsi sebagai alat pemetaan mutu pendidikan.
“Data hasil analisis akan menjadi dasar penentuan kebijakan atau data base policy,” jelasnya.
Baca Juga: Mendikdasmen Sampaikan Hasil Rapat Kabinet tentang Sistem PPDB
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan bahwa sebanyak 45 sekolah di wilayahnya menerima bantuan revitalisasi pada 2025 dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp13,6 miliar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam menciptakan layanan pendidikan yang lebih nyaman,” ujarnya.
Sejumlah sekolah penerima bantuan antara lain SMP Pangudi Luhur Ambarawa, SDN Candi 2 Bandungan, SMP Muhammadiyah Suruh, TKN Pembina 02 Ungaran Barat, hingga SMKN 1 Tuntang.