pendidikan

UNDIP Dorong Kedaulatan Teknologi Plasma Lewat IPRC, Hadirkan Pakar Internasional dan Industri

Jumat, 17 April 2026 | 09:05 WIB
Universitas Diponegoro melalui Fakultas Sains dan Matematika (FSM) bersama Center for Plasma Research menggelar kuliah umum bertajuk “Indonesian Plasma Research Consortium (IPRC) Development: Toward National Plasma Technology Sovereignty and Global Competitiveness” pada Kamis (16/4/2026). (Dok Undip)

KONTENJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro melalui Fakultas Sains dan Matematika (FSM) bersama Center for Plasma Research menggelar kuliah umum bertajuk “Indonesian Plasma Research Consortium (IPRC) Development: Toward National Plasma Technology Sovereignty and Global Competitiveness”.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung Acintya Prasada FSM UNDIP, Kota Semarang, Kamis (16/4/2026).

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesian Plasma Research Consortium (IPRC) yang digelar pada 14–17 April 2026. Agenda ini mencakup berbagai kegiatan strategis, mulai dari diskusi kerja sama internasional, penandatanganan perjanjian kolaborasi, eksperimen plasma agriculture, hingga kunjungan industri guna memperkuat sinergi antara akademisi dan dunia usaha.

Wakil Dekan Sumber Daya FSM UNDIP, Adi Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperluas wawasan di bidang teknologi plasma. Ia menekankan pentingnya penguasaan dasar keilmuan sebagai fondasi dalam mengembangkan riset, sekaligus membuka peluang karier di sektor teknologi masa depan.

Baca Juga: Alumni FK UNDIP Jadi Dokter Spesialis Mata Inspiratif, Bawa Layanan Kesehatan hingga Papua

Sesi pertama menghadirkan Kadir Çavdar dari Bursa Uludağ University dengan topik aplikasi plasma atmosfer. Dalam paparannya, ia menjelaskan pemanfaatan teknologi plasma untuk meningkatkan daya lekat material polimer seperti polypropylene (PP), yang banyak digunakan di industri otomotif.

Ia mengungkapkan bahwa plasma mampu memodifikasi permukaan material melalui proses aktivasi, sehingga meningkatkan energi permukaan dan daya rekat tanpa perlu lapisan primer. Metode ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi penggunaan bahan kimia, serta mendukung praktik industri yang lebih ramah lingkungan.

Selanjutnya, Guru Besar Departemen Fisika UNDIP, Muhammad Nur, memaparkan pengembangan teknologi plasma dingin dalam berbagai sektor strategis. Ia menjelaskan bahwa plasma merupakan wujud materi keempat yang memiliki potensi besar untuk diaplikasikan di bidang kesehatan, pertanian, pangan, hingga lingkungan.

Menurutnya, riset plasma di UNDIP telah berkembang sejak 1998 dan menghasilkan berbagai inovasi berbasis ozon plasma, seperti medical ozone generator, teknologi pengolahan air limbah, hingga sistem pengawetan produk hortikultura. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mendukung standar nasional, termasuk SNI terkait penyimpanan pascapanen.

Baca Juga: Atasi Banjir Rob Pekalongan, UNDIP Kembangkan Sistem Pompa Tenaga Surya Ramah Lingkungan

Kegiatan juga diisi oleh pemaparan dari akademisi internasional dan industri, termasuk presentasi mengenai ekosistem industri di Bursa, Turki, serta peran perusahaan dalam mendukung hilirisasi riset. Hal ini menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam memperkuat daya saing teknologi nasional.

Sebagai penutup, Presiden Direktur PT Dipo Technology, Azwar Awanta, menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang aplikatif dan bernilai ekonomi.

Melalui IPRC, UNDIP menegaskan komitmennya dalam membangun kedaulatan teknologi plasma nasional sekaligus meningkatkan daya saing global. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan kunjungan ke PT Dipo Technology pada Jumat (17/4/2026), yang diharapkan memberikan gambaran nyata penerapan teknologi plasma dalam skala industri. (*)

Tags

Terkini