KONTENJATENG.COM, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana selama masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang tahun ini turut dipengaruhi fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini wilayah Jawa Tengah masih berada dalam masa transisi musim yang ditandai dengan cuaca ekstrem.
“Meski secara umum mulai masuk musim kemarau, kondisi saat ini masih pancaroba. Potensinya bisa hujan lebat atau angin kencang,” ujarnya, dikutip dari jatengprov.go.id, Kamis (16/4/2026).
Menurut Bergas, fenomena El Nino diperkirakan akan memperkuat intensitas musim kemarau, dengan potensi puncak terjadi pada 2026 atau 2027. Pola ini disebut mirip dengan kejadian sebelumnya pada 2019 dan 2023, yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Role Model, Perkuat Peran RT dalam Pembangunan
Antisipasi Krisis Air Bersih
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Jateng telah mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat kesiapan sarana dan prasarana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Upaya yang dilakukan antara lain pembangunan sumur dalam, pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), hingga penyiapan armada tangki air untuk distribusi bantuan ke daerah terdampak.
“Pemerintah provinsi sudah menambah sumur dalam dan membangun SPAM melalui berbagai program,” jelas Bergas.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan logistik seperti kendaraan tangki, penguatan anggaran daerah, serta mengacu pada data historis wilayah rawan kekeringan.
Baca Juga: Pemprov Jateng Gencarkan Promosi Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026, Mobil Branding Keliling Kota
Sejumlah daerah yang kerap mengalami krisis air bersih di Jawa Tengah meliputi Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Rembang, termasuk kawasan pesisir utara (Pantura).
Imbauan “Menabung Air” untuk Warga
Tak hanya pemerintah, masyarakat juga diminta ikut berperan aktif dalam mitigasi bencana, salah satunya dengan menerapkan konsep “menabung air”.
Warga didorong menyiapkan tempat penampungan air sejak masih musim hujan, seperti tandon berkapasitas 2.000 hingga 5.000 liter atau wadah sederhana berbahan terpal.
“Konsepnya menabung air. Jadi saat musim kemarau, cadangan air sudah tersedia,” terang Bergas.
Baca Juga: Kasus Suspek Campak di Jateng Tembus 2.188, Pemprov Genjot Imunisasi dan Deteksi Dini
Artikel Terkait
Pemkot Pekalongan Hapus Denda PBB April 2026, Warga Bisa Bayar Pajak Tanpa Beban Tambahan
Banjir Hitam di Sukoharjo Diduga Akibat Limbah Oli Bekas, Warga Kesulitan Bersihkan Rumah
Pemkot Semarang dan Bea Cukai Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Selamatkan Rp 7,6 Miliar Keuangan Negara