Berdayakan Masyarakat Dua Kelurahan dalam Program Padat Karya, Pemkot Ajak Bersihkan Enceng Gondok di Sepanjang Aliran Sungai Loji

photo author
Arif Prayoga, Konten Jateng
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 14:02 WIB
BERSIHKAN : Plt Wali Kota Pekalongan, H Salahudin saat mencoba membersihkan enceng gondok yang ada di sepanjang aliran Sungai Lodji Kota Pekalongan. (KONTENJATENG.COM/Arif Prayoga)
BERSIHKAN : Plt Wali Kota Pekalongan, H Salahudin saat mencoba membersihkan enceng gondok yang ada di sepanjang aliran Sungai Lodji Kota Pekalongan. (KONTENJATENG.COM/Arif Prayoga)

Warga Kauman yang turut dilibatkan dalam program padat karya, Mashuri (52) mengatakan senang bisa turut andil dalam pembersihan enceng gondok ini. Kesehariannya, Mashuri berprofesi sebagai pedagang. Sebelumnya, dia juga pernah membuat kerajinan enceng gondok. Misalnya seperti tas, sepatu, sandal, dan sebagainya.

 

Baca Juga: Bawaslu Kota Pekalongan Lakukan Penertiban Alat Peraga Kampanye yang Melanggar Aturan Pemasangan, di Empat Kecamatan di Kota Batik

''Saya akhir-akhir ini ingin memunculkan ide kreativitas untuk membuat kerajinan dari enceng gondok. Selain ikut bersih-bersih, saya rencananya ingin mencari dan mengumpulkan limbah enceng gondok ini. Untuk bahan yang bisa diolah menjadi kerajinan seperti tas, sepatu, sandal, dan sebagainya,'' beber dia.

Terlebih, sekarang banyak warga di lingkungannya yang tengah menganggur, sehingga ingin mengajak warga agar bisa memanfaatkan limbah enceng gondok menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.

''Kalau panjang enceng gondok ini memenuhi syarat sekitar 10 sentimeter lebih bisa dibuat kerajinan. Enceng gondok ini kemudian dijemur kurang lebih 2 minggu. Setelah kering, nantinya bisa diolah menjadi kerajinan. Sebelumnya, saya pernah produksi sendiri, enceng gondoknya harus membeli ke daerah Rawa Pening di Kabupaten Semarang,'' imbuhnya.

Baca Juga: Warga Wuled Beramai-Ramai Demo di Kantor Kecamatan Tirto, Warga Tuding Camat Tirto Lindungi Kades Wuled yang Bermasalah dan Bertemu Secara Rahasia

Untuk enceng gondok di Kota Pekalongan, kata Mashuri, sebenarnya bisa dimanfaatkan lagi. Harga jual kerajinan dari limbah enceng gondok, kisaran Rp20 ribu untuk sandal, tas bisa mencapai Rp100 ribuan.

''Terlebih, kerajinan enceng gondok ini lebih awet dan bisa diekspor hingga beberapa negara seperti Jepang, Perancis, dan lain-lain,'' pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arif Prayoga

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X