KONTENJATENG.COM – Lapis Kukus Lawang Sewu kini meluncurkan produk terbaru mereka, Roti Ganjel Rel Stim, di Sego Bancakan Pawone Simbah, kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (15/3/2025).
Di tengah hiruk-pikuk Kota Semarang, roti ganjel rel hadir sebagai simbol kuliner yang sarat dengan sejarah dan kearifan lokal. Lebih dari sekadar panganan, roti ini adalah bentuk nostalgia dan kebanggaan bagi masyarakat Semarang.
Baca Juga: Agustina-Iswar Paparkan Kebijakan Pembangunan Kota Semarang di Musrenbang
Melalui inovasi Lapis Kukus Lawang Sewu, roti ganjel rel kini diolah menjadi Ganjel Rel Stim, mengusung tradisi sekaligus menyapa selera modern. Roti ini telah menjadi ikon tradisi Dugderan menjelang Ramadan, tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga simbol kebersamaan antar generasi.
Yudi Permadi, Chief Operating Officer Lapis Kukus Lawang Sewu, berkomitmen mengangkat kembali kekayaan kuliner ini agar lebih dikenal luas, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. "Kami ingin menjadikan ganjel rel sebagai identitas kuliner kota ini," ungkap Yudi.
Ganjel Rel Stim hadir dalam dua varian rasa, coklat dan keju, dirancang untuk menarik perhatian generasi muda tanpa menghilangkan keaslian bentuknya.
Dengan harga terjangkau, Rp 40.000 per pack dan promo spesial selama peluncuran, produk ini menjadi pilihan oleh-oleh yang sempurna.
Tersedia di 18 gerai Lapis Kukus Lawang Sewu di seluruh Kota Semarang, produk ini mudah diakses bagi siapa saja yang ingin menikmati cita rasa khas Semarang.
Roti ganjel rel tidak hanya sekadar roti dengan tekstur padat, tetapi juga menyimpan cerita dan tradisi yang kaya.
Melalui inovasi ini, Lapis Kukus Lawang Sewu berharap dapat menjembatani masa lalu dan masa kini, menghidupkan kembali tradisi dengan cara baru.
Baca Juga: Pegadaian Kanwil Semarang Santuni Anak Yatim dan Edukasi Investasi di Festival Ramadhan
"Meskipun saat ini mayoritas pembeli adalah warga Semarang, terutama mahasiswa yang ingin membawa oleh-oleh saat pulang kampung, kami berharap produk ini juga menarik wisatawan dan pemudik ke Semarang saat Lebaran," tambah Yudi.
Dengan langkah ini, Lapis Kukus Lawang Sewu tidak hanya melestarikan budaya kuliner, tetapi juga menjadikannya lebih relevan di era modern.
Artikel Terkait
Agustin Wali Kota Semarang Bebaskan Retribusi Fasilitas Publik di Kantor Kecamatan dan Kelurahan
Universitas Semarang (USM) Bantu Warga Terisolasi Banjir Bandang di Grobogan
Validasi DT-SEN dan DTKS, Gus Yasin: Haji Antri Ibadah, Kalau Bantuan Warga Miskin, Masa Harus Antri?
Soal Pertemuan Paula Verhoeven dengan Kedua Anaknya, Baim Wong: Setiap Hari Ketemu Juga Boleh
Respon Baim Wong Tentang Seruan Boikot Dirinya dari Warganet: Rezeki dari Allah, Kita Nggak Salah
BGN Sempat Membantah Adanya Tindak Korupsi di Program MBG, KPK Sampaikan Asal Informasinya
Mahasiswi UPH Jakarta Laporkan Dua Rekan ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Polres Pekalongan Kota Imbau Masyarakat Melalui Tempat-Tempat Ibadah Agar Menjauhkan Anak-Anak Mereka dari Bahaya Bermain Petasan
Pegadaian Kanwil Semarang Santuni Anak Yatim dan Edukasi Investasi di Festival Ramadhan
Agustina-Iswar Paparkan Kebijakan Pembangunan Kota Semarang di Musrenbang