• Kamis, 8 Desember 2022

Lestarikan Budaya, Sekolah Perlu Ajarkan Seni Tradisional

- Sabtu, 17 September 2022 | 18:50 WIB
Seni Tradisional (DPRD.jatengprov.go.id)
Seni Tradisional (DPRD.jatengprov.go.id)
 
KONTENJATENG.COM – Pembentukan karakter anak bangsa melalui kesenian dan kebudayaan menjadi salah satu faktor anak-anak mencintai seni dan budaya tradisional
 
Pengajaran seni dan budaya di sekolah menjadi salah satu upaya mengenalkan kesenian tradisional agar anak-anak tidak hanya mencintai tapi juga menjadi pelaku untuk menjaga tradisi kesenian
 
 
Karena, hubungan antara sekolah seni, pembentukan karakter anak, dan upaya melestarikan kesenian tradisional sangat erat dan harus menjadi kesatuan yang utuh. 
 
Demikian dikatakan Quatly Abdulkadir Alkatiri selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, dalam gelaran Dialog Media Tradisional (Dialog Metra) di Balai Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta, baru-baru ini.
 
 
Lebih lanjut, Quatly mengatakan, ditengah maraknya pengaruh budaya luar yang mudah diterima kaum milenial, pengenalan kesenian saat ini bisa jadi menjadi hal yang langka. 
 
Karena, dia mengapresiasi jika ada sekolah yang secara khusus mengajarkan kurikulum kesenian tradisional
 
 
“Kami selalu mengupayakan anak-anak bisa kenal dan belajar kesenian tradisional di sekolah. Maka, itu menjadi kajian kami untuk berupaya mensinergikan berbagai kegiatan di Jateng dalam rangka pelestarian budaya. Harus kita masukan itu semua di dalam kurikulum sekolah sebagai tanda bahwa kita punya konsen untuk melestarikan budaya,” kata Politikus PKS tersebut.
 
Narasumber lain, Farida Kurniati selaku Kepala SMP Ksatrian Kota Surakarta juga setuju dengan yang diutarakan Quatly. 
 
 
Ia menjelaskan sekolah dengan muatan lokal seperti tari dan karawitan perlu dukungan dari banyak pihak karena ada kurikulum untuk belajar seni dan juga membina karakter anak agar mau mengenal dan mencintai budaya tradisional
 
“Kami tetep berupaya di SMP mengajarkan kesenian tradisional agar tetep lestari. Dan, lulusan kami menjadi budayawan dan entertainer memang ciri khas dari sekolah kami, yang dari dahulu fokus seni budaya. Memang, muatan lokal karawitan dan seni tari didirikan dari pertama pembentukan SMP Ksatrian. Kesenian budaya Jawa itu diharapkan membentuk karakter anak bangsa yang bisa memberikan contoh dan teladan,” harap Farida.
 
 
 
Dalam acara dialog itu juga digelar pementasan seni dari siswa siswi SMP Ksatrian Kota Surakarta. 
 
Pementasan tersebut berupa Tari Eko Pawiro dan gending gamelan karawitan. (**)
 

Editor: Arif Nugroho

Sumber: DPRD Jateng

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FTP USM - SMK Negeri 1 Kedung Jepara Jalin Kerjasama

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:27 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:43 WIB
X