"Warga senang, karena setelah peninggian jembatan, Alhamdulillah sekarang aliran arus sungainya lancar sehingga tidak ada lagi genangan di sekitar wilayah Nogososro," pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Budi Prakosa. Dirinya menjelaskan bahwa proyek pengendalian banjir Kota Semarang dirancang secara kolaboratif oleh berbagai OPD, BBWS, pemerintah provinsi dan pusat.
Baca Juga: Setelah Demonstrasi, Neni Herlina dan Mendiktisaintek Berdamai
"Sebagai bagian dari National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), kami telah merancang beberapa proyek strategis, termasuk pengendalian banjir Plamongan Hijau. Ini bukan hanya proyek teknis, tetapi juga solusi berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan," ujar Budi.
Dijelaskannya, proyek pengendalian banjir mencakup beberapa inisiatif seperti pembangunan kolam retensi di Plamongan Hijau, menyediakan kapasitas penyimpanan air sebesar 500.000 meter kubik untuk meredam limpasan hujan, penambahan unit pompa dengan kapasitas total 2.500 liter per detik di titik rawan banjir seperti Semarang Utara dan Timur hingga pembangunan Bendung Kanal Banjir Barat yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas saluran air hingga 30% dan mengurangi genangan di kawasan strategis.
Selain itu, rehabilitasi sistem drainase perkotaan modern dirancang dengan anggaran Rp1,8 triliun untuk memastikan aliran air yang lebih efisien.
Baca Juga: Pemkot Semarang Buka Klinik Hewan, Penuhi Kebutuhan Pecinta Binatang
Sementara, Kepala BBWS Pemali Juana, Fikri Abdurrahman mengatakan sejumlah upaya sinergis terus dilakukan BBWS baik secara rutin, jangka sedang serta menengah.
“Secara rutin kami melaksanakan inspeksi pemeliharaan sungai, mengoptimalkan rumah pompa untuk mempercepat daya surut genangan banjir,” ungkap Suhartono.
Tak hanya itu, pihaknya juga terus berproses untuk mengupayakan pengendalian banjir di Kali Sringin dan Kali Tenggang dengan pembiayaan loan nufrep.
Berbagai upaya penanganan banjir secara integratif yang terus dilakukan Pemkot Semarang bersama sejumlah pihak membuahkan hasil yang dirasakan masyarakat. Ketua RW 16 Kelurahan Tanjung Mas, Slamet Riyadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian Pemkot Semarang terhadap kawasan pesisir.
“Dulu kami takut dengan gelombang tinggi, angin musim barat, dan rob. Sekarang, berkat upaya pemerintah, kami bisa tidur nyenyak tanpa dihantui bencana. Terima kasih Mbak Ita atas perhatian yang luar biasa terhadap warga Tambaklorok,” ujarnya.
Baca Juga: Immoderma Hadir di Semarang Barat, Ada Promo Menarik Perawatan Gratis!
Namun, Slamet juga berharap agar perbaikan infrastruktur terus dilakukan, termasuk menyelesaikan rembesan kecil yang masih terjadi di RW 16. “Kami berharap Tambaklorok bisa sepenuhnya bebas dari rob,” tambahnya.
Sementara itu, ahli hidrologi Universitas Semarang, Edy Susilo, memuji langkah adaptif yang telah diambil Pemkot Semarang.
Artikel Terkait
Pemkot Semarang Buka Klinik Hewan, Penuhi Kebutuhan Pecinta Binatang
BRI CoreLab Bareng Mahasiswa Kampus USU: Pelatihan Content Creator Menarik dalam Event Roadshow Promedia di Kota Medan!
Immoderma Hadir di Semarang Barat, Ada Promo Menarik Perawatan Gratis!
Mendikdasmen Sampaikan Hasil Rapat Kabinet tentang Sistem PPDB
Setelah Demonstrasi, Neni Herlina dan Mendiktisaintek Berdamai
Inilah Yang Beda di Pasar Imlek Semawis Tahun 2025, Penasaran?
The All-New Mazda CX-80 Resmi Meluncur di Kota Semarang
Meriahnya Pasar Imlek Semawis 2025 di Kota Semarang
Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari untuk Longsor Pekalongan, Proses Pencarian Korban Hilang Masih Berlanjut
Kantor Imigrasi Semarang Peringati HBI ke-75 dengan Tabur Bunga