Istana Akhirnya Tanggapi Usulan DPD Soal Makan Bergizi Gratis Dibiayai dari Zakat

photo author
Arif Nugroho, Konten Jateng
- Kamis, 16 Januari 2025 | 14:46 WIB
Menu makan bergizi gratis di Wonosobo yang diunggah di platform X (x.com/wonosoboup)
Menu makan bergizi gratis di Wonosobo yang diunggah di platform X (x.com/wonosoboup)

KONTENJATENG.COM - Usulan Ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin, agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibiayai dari dana zakat telah memicu tanggapan dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Istana Kepresidenan.

Sultan berpendapat bahwa keterlibatan masyarakat melalui zakat dapat mendukung program andalan Presiden Prabowo Subianto ini.

“Saya melihat ada DNA dari negara kita, DNA dari masyarakat Indonesia itu kan dermawan, gotong royong. Nah, kenapa nggak ini justru kita manfaatkan juga,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga: Peningkatan Layanan Transportasi, BRT Trans Semarang Naikan Biaya Operasional

Namun, Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menekankan pentingnya mengikuti syariat dalam penggunaan dana zakat.

“Kalau dari dana zakat akan ada ikhtilaf atau perbedaan pendapat di antara para ulama, kecuali kalau makanan bergizi tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga fakir dan miskin,” jelas Anwar.

Anwar menyarankan penggunaan infak dan sedekah yang lebih fleksibel untuk program MBG dan menganjurkan pelaksanaan program secara bertahap sesuai anggaran pemerintah.

Baca Juga: PBNU Angkat Bicara Soal Usulan Zakat Bantu Danai Makan Bergizi Gratis

Sementara itu, Kepala Staf Presiden, AM Putranto, menegaskan bahwa program MBG tidak akan menggunakan dana zakat.

“Jadi tidak ambil ke dana yang lain-lain. Beliau [Presiden Prabowo] sudah betul-betul luar biasa. Jadi tak ada dibilang ambil dari mana? Zakat. Wah, itu sangat memalukan itu ya. Bukan seperti itu kami,” kata Putranto.

Baca Juga: Berusaha Tetap Perhatikan Kesehatan, Wartawan PWI Kota Pekalongan Melakukan Medical Check Up Bersama-Sama dalam Rangkaian Hari Pers Nasional 2025

Ia menyatakan pemerintah telah menganggarkan Rp71 triliun dari APBN untuk program tersebut, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa melibatkan dana zakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arif Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X