• Kamis, 8 Desember 2022

Karangrayung Grobogan Gelar Wayang Kulit Kolaborasi, APA ITU WAYANG KOLABORASI?

- Sabtu, 10 September 2022 | 14:50 WIB
Wayang Kolaborasi Grobogan (DPRD.jatengprov.go.id)
Wayang Kolaborasi Grobogan (DPRD.jatengprov.go.id)
 
KONTENJATENG.COM – Wayang Kulit Kolaborasi yang terdiri dari campuran beberapa kesenian merupakan kesenian tradisional daerah Karangrayung Kabupaten Grobogan yang unik.
 
Kesenian Wayang Kulit Kolaborasi itu terdiri dari Jathilan, Barongan, Dagelan, dan Campursari, gabungan dari beberapa cerita, tarian, dan nyanyian.
 
Sajian itu digelar dalam rangkaian acara ‘Dialog Media Tradisional (Dialog Metra) DPRD Jateng’ di Kabupaten Grobogan, belum lama ini.
 
 
Dalam acara itu, Sulistyorini selaku Anggota Komisi A DPRD Jateng hadir sebagai pembicara.
 
Saat berdialog, ia menuturkan kesenian Wayang Kulit Kolaborasi cukup unik karena cerita yang diangkat bertema Pancasila.
 
Meski tidak mengangkat kisah pewayangan, namun tetap tidak keluar dari pakem cerita wayang.
 
 
“Kesenian tradisional itu wadah atau rumah yang akan memperkaya khasanah Pancasila. Wayang hampir di seluruh daerah Indonesia mengenal, namun tiap-tiap daerah memiliki kekhasannya sendiri, ini yang memperkaya kebinekaan kita,” kata Sulistyorini, yang asli dari daerah Paesan Godong.
 
Ki Hadi Purwanto selaku Dalang Wayang Kulit Kolaborasi mengaku banyak lakon-lakon wayang yang bercerita tentang kepahlawanan seperti Babad Mahabarata dengan tokoh Pandawa yang memberikan contoh setia kepada negara.
 
Kisah itu juga menceritakan persatuan dan kesatuan, serta berhasil mempertahankan negaranya dari perang.
 
 
“Lakon Pandawa bisa memberikan contoh tentang pemerintahan negara yang berpihak kepada rakyat, tentang tingginya nilai kecintaan kepada bangsa dan negara, dan makna-makna lainnya yang memberikan contoh untuk kita teladani,” kata Dalang Ki Hadi.
 
Sementara, Ngadino, Kepala Disporabudpar Kabupaten Grobogan, yang hadir sebagai pembicara mengatakan pihaknya tetap mengawal keberlangsungan kebudayaan kesenian di daerah Grobogan.
 
 
Ia mengakui hampir 2 tahun pelaku kesenian terkena dampak pandemi tapi kini mulai menggeliat lagi.
 
“Kami selaku pemerintah daerah sangat mendukung adanya kegiatan kesenian seperti ini dan kesenian wayang tersebut cukup bagus karena mudah diterima dan memberikan contoh-contoh kepahlawanan yang bagus,” kata Ngadino. (**)

Editor: Arif Nugroho

Sumber: DPRD Jateng

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FTP USM - SMK Negeri 1 Kedung Jepara Jalin Kerjasama

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:27 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:43 WIB
X